Kegiatan

Diduga Buang Limbah ke Sungai Bekambit, Bupati Kotabaru Ancam Tindak PT BSS
Tanggal Posting : Rabu, 15 March 2017
Pengirim : Tim SJA - Dilihat : 130

DIDUGA akibat pembuangan limbah yang berasal dari replanting PT Bersama Sejahtera Sakti (BSS) mengakibatkan Sungai Desa Bekambit, Kecamatan Pulau Laut Timur, Kabupaten Kotabaru, berbau dan berwarna hitam. Warga Desa Bekampit yang masih menggunakan air sungai itu akhirnya mengeluhkan gatal-gatal serta penyakit kulit.

MENDAPAT laporan dari warga Desa Bekambit, Bupati Kotabaru Sayed Jafar Alaydrus langsung inpeksi mendadak (sidak) ke lokasi Sungai Bekampit yang terlihat berwarna hitam dan berbau, Selasa (28/2/2017). Begitu tiba di lokasi, Bupati Sayed Jafar didampingi instansi terkait, berdialog dengan warga yang terkena dampak pembuangan limbah tersebut. Bahkan, Bupati Sayed Jafar juga mengecek langsung kondisi sungai yang telah tercemar itu.
Begitu melihat kondisi yang sebenarnya, Bupati Sayed Jafar memastikan kepada warga akan segera memanggil manajemen PT BSS yang telah membuang limbah perkebunan sawit ke sungai.

“Saya instruksikan agar Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Kotabaru untuk sigap dan menangani masalah ini dengan segera dan cepat,” cetus Bupati Sayed Jafar, begitu mendapat keluhan dari masyarakat Desa Bekambit di lapangan.

Ia memastikan dalam waktu cepat akan memanggil manajemen PT BSS untuk mempertanyakan mengapa limbah bisa dibuang ke sungai yang masih digunakan warga untuk keperluan sehari-hari. “Pihak perusahaan itu harus bertanggungjawab. Jangan menimbulkan masalah, khususnya lingkungan hidup yang ada di sekitar areal perkebunan sawait. Nah, jika tidak ada tindakan nyata dari pihak perusahaan, jangan salahkan kalau pemerintah daerah akan bertindak tegas,” tegas Bupati Sayed Jafar.

Menurutnya, masalah pencemaran lingkungan hidup bukan hanya masalah daerah, tapi sudah berskala nasional. “Padahal, setiap perusahaan termasuk bergerak di perkebunan sawit harus memiliki tanggungjawab sosial kepada masyarakat,” cetus pengusaha minyak ini.

Selain meninjau ke lapangan, Bupati Sayed Jafar juga mendatangi Poliklinik Desa Bekambit. Dia memastikan pengobatan warga yang terdampak limbah itu benar-benar ditangani serius. “Pengelola Poliklinik Desa Bekampit harus sigap. Jadi, saya tak ingin mendengar ada warga yang sulit berobat,” kata Bupati Sayed Jafar.

Kepala Desa Bekambit, Zulkifli pun meragukan hasil uji laboratorium akhir dari BLHD Kabupaten Tanah Bumbu, karena ditengarai sampel air yang diambil itu bukan petugas berkompeten serta berada di luar area Sungai Bekampit. Sebab, air itu diambil di area Sungai Lok Buaya, tanpa didampingi petugas dari kepolisian. “Jadi independensi dari petugas BLHD Tanah Bumbu sangat diragukan,” ucap Zulkifli.

Berbeda, beber dia, dengan hasil laboratorium BLHD Kotabaru yang telah memerintahkan PT BSS wajib melaksanakan berbagai ketentuan seperti menutup seluruh pintu air dari kegiatan



Silahkan Beri Komentar Anda

Kegiatan lainnya


Profil Saya

H. Sayed Jafar Al Idrus, S.H
Bupati Kabupaten Kotabaru

email sja.alidrus@gmail.com
facebook Sayed-Jafar-Al-Idrus
instagram Sayed.jafar.al-idrus

Baca lengkap profil saya disini

Artikel Terbaru

BERLIBUR DI INDAHNYA HUTAN MERANTI KOTABARU
Rabu, 15 March 2017
baca detail +
 
MENCUMBU SYURGANYA LAUT DI PULAU SEMBILAN
Rabu, 15 March 2017
baca detail +
 
Link Terkait


Pengunjung


Hubungi kami

H. Sayed Jafar Al Idrus, S.H  - Bupati Kabupaten Kotabaru
Facebook : Sayed-Jafar-Al-Idrus
Instagram : Sayed.jafar.al-idrus
Email : sja.alidrus@gmail.com 

Social Media
      
 
Copyright © 2017 sayedjafar.com All Rights Reserved