Artikel

MENCUMBU SYURGANYA LAUT DI PULAU SEMBILAN
Tanggal Posting : Rabu, 15 March 2017
Pengirim : Tim SJA - Dilihat : 144

Banyak yang tak mengetahui destinasi terbaik banua di Kabupaten Kotabaru. Daerah yang memiliki banyak pulau ini bisa dikatakan menjadi sebuah surganya wisata, namun jarang terdengar dan tak pernah terlihat di mata masyarakat luas. Salah satu objek wisata terbaik yang saya kunjungi di Kotabaru adalah Pulau Sembilan. Di katakan Pulau Sembilan dikarenakan pulau ini memiliki sembilan tempat yaitu antara lain Pulau Marabatuan, Denauan, Payung-Payungan, Maradapan, Matasirih, Pemalikan, Labuan Barat, Kalambau dan Pulau Sarang. Namun dalam sembilan pulau itu hanya beberapa pulau yang berpenghuni yaitu Pulau Marabatuan, Maradapan, Matasirih dan Labuan Barat.

Akses utama menuju Pulau Sembilan adalah melalui kapal perintis yang berangkat dari Kotabaru menuju Pulau Marabatuan. Perlu waktu sekitar 8 hingga 10 jam, tapi waktu selama itu tidak akan membosankan karena sepanjang perjalanan kita akan disuguhi pemandangan laut yang menakjubkan. Karena Pulau Marabatuan tidak memiliki dermaga sandar untuk kapal besar, kapal perintis berhenti di tengah laut dan penumpang harus berganti ke kapal nelayan. Sayangnya, kapal perintis hanya berangkat dua kali dalam seminggu, dengan jadwal yang tidak tetap. Selain dengan kapal perintis, alternatif lain adalah menumpang kapal nelayan dari Pagatan, Tanah Bumbu. Pilihan kedua ini bisa menghemat waktu karena selain lebih cepat, juga bisa hari apa pun. Akan tetapi karena kapal nelayan cukup kecil, keamanannya pun tidak sebaik dibanding kapal perintis, terutama jika ada gelombang besar.

Selain disuguhi pemandangan laut yang menakjubkan, sepanjang jalan sungguh sangat tidak terasa kita juga dimanjakan oleh pesisir pegunungan yang tertata rapi dan ombak dilautan yang kian menepi serta lucunya lumba-lumba yang sangat indah menghiaskan mata kita. Tepat sekali bila kita habiskan waktu dalam mengisi liburan apalagi di bulan ramadhan yang penuh berkah ini. Sepanjang perjalanan dalam berpuasa tidak terasa hari sudah menjelang hampir senja. Ketika sampai di tujuan maka sontak mata kita akan tercengang dengan birunya air laut yang super jernih, kerang di dasar laut pun terlihat begitu indah dan mempesona.

Sejenak sempat terlupa dengan segala aktifitas di ibukota, tak terdengar riuhnya sirine mobil, tak tercium tebalnya asap motor yang selalu merayakan jalanan tiap harinya, tak terdengar pula celoteh ponsel thelephone genggam  dan tak terlihat kisruhnya isu yang berbau fakta atau opini belaka. Indah dan nikmatnya hidup tanpa beban ditemani sang surya yang perlahan mulai tenggelam seakan hangatkan jiwa oleh suara alam.


Bukan hanya dimanjakan oleh alam, masyarakat sekitar pulau sembilan pun sangat ramah-ramah. Ketika mereka melihat pendatang yang berkunjung maka sontak dengan cepat sekali sambutan begitu luar biasa mereka layangkan. Mereka yang berpenghasilan rata-rata sebagai nelayan begitu sangat antusias dengan para pendatang. Saya pun sempat bertukar pikiran dan sharing dengan aktifitas yang mereka lakukan sehari-harinya. Mereka rata-rata sangat bangga dengan tempat mereka bernaung dan berteduh, mereka juga bangga dengan hasil laut yang begitu indah tempat mereka mencari nafkah. Tidak ada rasa kecewa sedikitpun oleh alam yang sudah menjadi takdir sang pencipta sebagai tempat tinggal. Namun dalam komunikasi cukup sedikit terhambat dan faktor luar seperti pemboman ikan yang sedikit meresahkan mereka dalam mencari ikan di laut. Juga faktor cagar alam yang sedikit menghambat pertumbuhan pembangunan disana. Namun hal ini tidak lah sedikitpun mengecewakan dan membebani mereka dalam beraktifitas sehari-harinya. Mereka yakin pemerintah saat ini sudah sangat antusias dalam melakukan pembangunan yang merata dan akan mengangkat pulau sembilan menjadi objek wisata yang tak terkalahkan.

Saya mencintai perjalanan ini, terlebih pada wisata bahari atau kelautan dan khususnya di Pulau Sembilan ini. Sebenarnya masih banyak hal yang bisa saya ceritakan tentang Pulau Sembilan, namun alangkah baiknya bila kita tidak hanya sekedar mendengar kisahnya dan langsung membuktikan dalam melakukan perjalanan untuk membuktikan betapa maha dahsyatnya ciptaan sang pencipta. Semoga laut Indonesia tetap menjadi identitas kuat bangsa kita sebagai bangsa maritim dunia. Indonesia sangat berpotensi dalam hal kelautan.  Siapa pun yang ke Pulau Sembilan, jangan pernah meninggalkan sampah plastik. Jangan menginjak terumbu karang. Jangan mengambil telur penyu. Jangan gaduh ketika di kampung mereka. Mari jaga kelestarian nya. Mari pertahankan kesederhanaan nya.



Silahkan Beri Komentar Anda

Kegiatan lainnya


Profil Saya

H. Sayed Jafar Al Idrus, S.H
Bupati Kabupaten Kotabaru

email sja.alidrus@gmail.com
facebook Sayed-Jafar-Al-Idrus
instagram Sayed.jafar.al-idrus

Baca lengkap profil saya disini

Artikel Terbaru

BERLIBUR DI INDAHNYA HUTAN MERANTI KOTABARU
Rabu, 15 March 2017
baca detail +
 
MENCUMBU SYURGANYA LAUT DI PULAU SEMBILAN
Rabu, 15 March 2017
baca detail +
 
Link Terkait


Pengunjung


Hubungi kami

H. Sayed Jafar Al Idrus, S.H  - Bupati Kabupaten Kotabaru
Facebook : Sayed-Jafar-Al-Idrus
Instagram : Sayed.jafar.al-idrus
Email : sja.alidrus@gmail.com 

Social Media
      
 
Copyright © 2017 sayedjafar.com All Rights Reserved